Minggu, 04 Mei 2014

Marjin Bunga Bank RI Paling Tinggi di ASEAN


Jakarta -Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Net Interest Margin(NIM) perbankan di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN. Keuntungan bank di dalam negeri yang tercermin dari marjin bunga bersih atau NIM sepanjang tahun lalu mencapai 4,89%.

Per akhir 2013, NIM perbankan Indonesia mencapai 4,89%, disusul Filipina yang mencapai 3,3%, Thailand sebesar 2,6%, Malaysia 2,3%, dan Singapura 1,5%.

"NIM kita cukup bagus dibanding negara-negara lain. Kita lebih unggul ketimbang NIM perbankan Filipina yang mencapai 3,3%, Thailand 2,6%, Singapura 1,5%, Malaysia 2,3%, Indonesia 4,89%," kata Direktur Pengawasan Bank OJK Slamet Edy Purnomo saat diskusi bersama media di Gedung OJK, Jl. Wahidin, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Edy menjelaskan, untuk mempertahankan posisi NIM di tengah ketatnya likuiditas, bank-bank di Indonesia melakukan beberapa penyesuaian dengan menaikkan bunga kreditnya. Merunut pada data Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan, OJK mencatat pada kuartal I-2014, suku bunga kredit korporasi mengalami kenaikan 5 basis poin (bps) ke level 10,43%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya secara year on year (yoy).

Kredit konsumsi seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) juga naik 8 bps menjadi 8,75%. Sedangkan kredit ritel naik 12 bps ke angka 10,71%. Untuk kredit konsumsi non KPR meningkat 12 basis poin menjadi 9,55%. Serta kredit mikro yang juga naik 13 bps ke level 9,67%.

"Menjelang pemilu likuiditas ketat. Namun kami harapkan suku bunga tidak ada kenaikan hingga masa pemilu berakhir. Suku bunga kredit faktornya banyak di antaranya risiko usaha, misal risiko politik, ekonomi. Selain BI Rate dan masalah kekeringan likuiditas. Sejauh ini sampai menjelang pemilu diharapkan tidak akan menaikkan suku bunga sepanjang faktor-faktor itu bisa diantisipasi," kata Edy.
(drk/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui 
m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS &Windows Phone. Install sekarang!

"Menurut saya, hal yang sudah baik harus dipertahankan dikarenakan semua itu berdampak pada pendapatan Negara yang semakin tinggi. Banyak investor dalam maupun asing yang semakin tertarik pada Negara Indonesia ini dikarenakan keadaan keuangannya Negara semakin tahun mengalami peningkatan."

Ide Jokowi Hapus Subsidi BBM dalam 4 Tahun dan Tanggapan Pejabat


Jakarta - Masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih akan menjadi tugas terbesar pemerintahan selanjutnya. Berbagai wacana dan ide muncul, termasuk dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Ide dari Jokowi adalah penghapusan subsidi BBM selama 4 tahun secara bertahap. Sampai pada akhirnya harga BBM bersubsidi mencapai keekonomian atau dapat dikatakan tidak lagi bersubsidi.

"Saya kira empat tahun lah, subsidi BBM tadi empat tahun tapi berjenjang. Kurang kurang lalu hilang," ungkap Jokowi.

Alasannya adalah anggaran subsidi BBM sudah terlalu besar. Pada tahun 2014 anggarannya sudah mencapai Rp 210,7 triliun. Sementara yang menerima subsidi, bukanlah yang berhak dampaknya membuat goncangan ekonomi dan sosial.

Menurutnya anggaran sebesar itu lebih baik diarahkan kepada sektor-sektor yang produktif dan kalangan yang membutuhkan misalnya seperti petani dan nelayan.

"Tetapi harus dengan catatan subsidi itu bisa diberikan kepada yang menerima. Misalnya subsidi untuk petani, subsidi untuk nelayan yang dibutuhkan oleh mereka," terangnya.

Gagasan ini pun menjadi perhatian banyak pihak. Ada yang menilai kebijakan yang bagus, tapi sulit untuk direalisasikan. Berikut berbagai tanggapan soal gagasan penghapusan BBM bersubsidi,
sumber: berdasarkan rangkumandetikFinance, Jumat (2/5/2014).

"Menurut saya, rencana kebijakan untuk mengurangi subsidi BBM sudah sangat baik. Dikarenakan, Negara kita sudah sangat dimanjakanoleh Negara sampai hak yang menerima subsidi tersebut sudah tidak tepat lagi. Dengan diadakannya pengurangan subsidi mengharapkan masyarakat yang tidak seharusnya mendapatkan subsidi tersebut belajar untuk tidak mengambil hak orang yang lebih membutuhkan subsidi tersebut"

TUGAS KE 2 BAHASA INGGRIS


Bag. I In the following sentences supply the articles (a, an or the) if they are necessary. If no article is necessary, write Ø
1.      Jason’s father bought him a bicycle that he had wanted for his birthday
3.   Rita studying Ø English and Ø math this semester.
6.   The big books on the table are for my history class
9.   Jhon and Mercy went to Ø school yesterday and then studied in the library before returning home.
10. What did youeat for Ø breakfast this morning?
11. Rita plays a violin and her sister plays a guitar.
12. While we were in Ø Alaska, we saw an Eskimo village.
13. The chair that you are sitting is broken.
14. On our trip to Ø Spain, we crossed theAtlantic Ocean.
15. Phil cannot go to the movies tonight because he has to write an essay.

Bag. II Fill in the blanks with the appropriate form of other
1.         This pen isn't working. Please give me another
2.         if you're still thirsty. I'll make another pot of coffee.
3.         this dictionary has a page missing. Please give me another dictionary.
4.         he doesn't need those books. He needs others book
5.         there re thirty people in the room. Twenty are form Latin America and  the other re from other countires.
6.         six people are in the store. Two were buying meat. another was looking at magazines. The otherwas eating a candy bar. The other  were walking around looking dor more food.
7.         this glass of milk is sour. The other glass of milk is sour too.
8.         the army was practicing its drills. Ine group was doing artillery practice. another was marching; another was at attention; and The other was practicing combat tactics.
9.         there are seven students from Japan. other students are from Iran, and The other are from other places.
10.     we looked at cars today. They first two we far too expensive, but the other  ones were reasonably priced.