Tampilkan postingan dengan label METODE RISET. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label METODE RISET. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Desember 2012

METODE RISET BAB 5


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
      Berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa.
      1. Reputasi merek berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Teh Botol Sosro PT. SOSRO karena, variasi loyalitas konsumen dipengaruhi baik secara langsung maupun secara tidak langsung oleh variasi berbagai variabel di antaranya kualitas produk.
2. Reputasi merek  berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen pelanggan Teh Botol Sosro PT. SOSRO karena, variasi kepuasan konsumen dipengaruhi baik secara langsung maupun secara tidak langsung oleh variasi berbagai variabel di antaranya kualitas produk.
3. Reputasi merek berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen pelanggan Teh Botol Sosro PT. SOSRO, Ini berarti bahwa loyalitas konsumen dapat ditingkatkan dengan memperhatikan kualitas produk, kepuasan konsumen dan reputasi merek dari Teh Botol Sosro PT. SOSRO.

5.2 Saran
Dari kesimpulan hasil penelitian di atas, penulis akan menyampaikan beberapa saran berkenaan dengan model loyalitas konsumen untuk Teh Botol Sosro PT. SOSRO dalam rangka meningkatkan loyalitas konsumen jamunya. Kualitas produk merupakan aspek penting yang mempengaruhi loyalitas konsumen, untuk itu kualitas produk harus dapat ditingkatkan lagi. Mengingat varian jamu sejenis dengan merek lain bermunculan, PT. SOSRO harus menunjukan bahwa produknya yang terbaik. Hal ini merupakan suatu keharusan bagi perusahaan yang ingin menjadi pimpinan di pasar.
Perubahan harapan konsumen akan produk dapat mengakibatkan perubahan tingkat kepuasan konsumen. Hal ini sangat mungkin terjadi karena arus informasi yang sangat tinggi dapat mengakibatkan perubahan harapan yang sangat cepat. Agar perusahaan dapat mempertahankannya, perusahaan harus melakukan penelitian kepuasan konsumen secara terus menerus.

METODE RISET BAB 4


BAB IV
HASIL PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dikawasan kampus Universitas Gunadarma Depok. Alasan pemilihan daerah tersebut adalah kawasan yang banyak memiliki kios-kios maupun mini market yang menjual air minum kemasan seperti halnya the dalam kemasan. Selain itu, kawasan tersebut merupakan daerah yang memiliki aktivitas cukup tinggi selama 24 jam, karena kawasan tersebut dipenuhi dengan tempat tinggal seperti kost-kostan yang jumlahnya tidak sedikit dan mahasiswa Gunadarma yang beraktifitas setiap hari.
Rentang usia terbanyak yang terambil menjadi responden dalam penelitian ini adalah 20 tahun hingga 30 tahun. Ini menunjukan bahwa rentang usia tersebut paling banyak ditemui pada saat pengambilan data. Hal tersebut dapat pula diakibatkan karena lokasi pengambilan data merupakan kawasan kampus yang mempunyai mahasiswa dengan jumlah yang besar.

Model SEM dan Pembahasan
Gambar 2 berikut ini merupakan hasil output dari standardized coeffisien yang dihasilkan dari data empiris untuk mengguji kembali model yang dikemukakan Selnes (1993). Sedangkan pada Gambar 3, merupakan uji t dari masing-masing standardized coefisien. Model pada penelitian ini memiliki goodness of fitdari model sebagai berikut: Chi-Square=65.81 (P=0.00026), RMSEA=0.071, GFI=0.94, dan AGFI=0.90. Dari nilai goodness of fit tersebut dapat dikatakan bahwa model ini fit dengan data.


Gambar 2. Standardized Coeffisien



Gambar 3. Standardized Coeffisien

Kualitas produk dari Jamu Teh botol sosro PT. SOSRO dinilai baik oleh konsumen. Hal ini terlihat dari pengaruh langsung yang diberikan kualitas produk terhadap kepuasan konsumen sudah termasuk kuat. Kualitas produk dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kepuasan konsumen Teh botol sosro PT. SOSRO. Kepuasan konsumen merupakan suatu evaluasi paska pembelian yaitu dengan membandingkan harapan konsumen dengan kenyataan yang diterimanya. Untuk selalu menjaga kepuasan konsumen maka Teh botol sosro PT. SOSRO harus dapat mengetahui hal-hal yang menjadi harapan dari konsumen.
Kualitas produk Teh botol sosro PT. SOSRO yang baik ternyata meningkatkan reputasi dari merek. Ini merupakan salah satu kunci keberhasilan dari suatu produk yang memiliki merek. Reputasi merek yang baik akan secara otomatis berada di benak konsumen. Ini akan membawa dampak positif bagi meningkatnya profit jangka panjang bagi Teh botol sosro PT. SOSRO.
Kepuasan konsumen akan meningkatkan reputasi merek secara positif. Konsumen yang puas akan melakukan beberapa kegiatan seperti merekomendasikan produk terhadap kerabat, teman atau khalayak lainnya. Ini merupakan dampak langsung yang dapat dirasakan jika konsumen terpuaskan. Peningkatan reputasi merek ini diharapkan berlangsung secara terus-menerus, untuk itu Teh botol sosro PT. SOSRO harus dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kepuasan konsumennya.
Pada penelitian ini kepuasan konsumen tidak secara langsung mengakibatkan konsumen loyal. Hal ini dapat diakibatkan karena produk Teh botol sosro PT. SOSRO tergolong pada convenience good, sehingga konsumen dapat mudah beralih ke produk sejenis dengan merek lainnya. Karakteristik convenience good dapat mengakibatkan kepuasan konsumen tidak secara langsung mempengaruhi loyalitas konsumen. Teh botol sosro PT. SOSRO dapat memanfaatkan kepuasan konsumen ini sebagai titik tolak untuk menciptakan konsumen yang loyal meski melalui variabel lain sebagai intervening.
Reputasi merek yang baik akan mendorong konsumen untuk menjadi loyal terhadap produk Teh botol sosro PT. SOSRO. Hal ini disebabkan reputasi merek yang baik merupakan hasil dari kualitas produk yang baik dan kepuasan konsumen yang tinggi, sehingga reputasi merek yang baik akan berdampak langsung terhadapa loyalitas konsumen Teh botol sosro PT. SOSRO.
Kualitas produk yang baik secara langsung dapat meningkatkan kepuasan konsumen, namun di sisi lain kualitas produk yang baik dapat pula meningkatkan reputasi merek setelah konsumen tersebut puas. Hal ini merupakan suatu konseksuensi yang logis ketika konsumen yang puas karena mengkonsumsi produk dengan kualitas baik akan melakukan perekomendasian. Dari uji hipotesis ini dapat diketahui bahwa kualitas produk yang baik akan memberikan dampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap reputasi merek Teh botol sosro PT. SOSRO.
Kualitas produk yang baik akan meningkatkan kepuasan konsumen, namun kepuasan konsumen yang tinggi tidak serta-merta mengakibatkan konsumen menjadi loyal. Pada pengujian hipotesis keempat di atas telah dijabarkan bahwa Teh botol sosro PT. SOSRO tergolong convenience good sehingga konsumen dapat mudah berpindah dari satu merek ke merek lain.
Kualitas produk Teh botol sosro PT. SOSRO berpengaruh terhadap loyalitas konsumen melalui reputasi merek. Pengaruh ini terjadi karena konsumen akan semakin loyal jika mengetahui produk yang dikonsumsinya memiliki kualitas yang baik dan reputasi merek yang baik. Agar konsumen tetap loyal terhadap produk Teh botol sosro PT. SOSRO, produsen sebaiknya memperhatikan kualitas produk dan reputasi mereknya benak stakeholder saat ini.
            Kepuasan konsumen yang merupakan evaluasi paska konsumsi berpengaruh secara tidak langsung terhadap loyalitas konsumen melalui reputasi merek. Dalam model yang dimodifikasi, konsumen yang puas akan menjadi loyal setelah mengetahui bahwa Teh botol sosro PT. SOSRO memiliki reputasi merek yang baik. Banyaknya produk teh dalam kemasan botol sejenis dapat mengakibatkan konsumen berpindah terhadap merek lain. Untuk itu reputasi merek yang baik sangat penting dan menentukan konsumen akan loyal atau tidak, selain kepuasan konsumen.
            Kualitas produk yang baik akan membuat konsumen puas, reputasi merek meningkat dan konsumen akan loyal. Kualitas produk merupakan satu-satunya variabel eksogen dalam penelitian ini atau dengan kata lain kualitas produk merupakan variabel awal yang mempengaruhi variabel lainnya. Kualitas produk ternyata menjadi awal untuk menciptakan konsumen yang loyal melalui kepuasan konsumen dan reputasi merek terlebih dahulu.
Pada penelitian ini menganalisis 4 (empat) variabel yaitu kualitas produk, kepuasan konsumen, reputasi merek dan loyalitas konsumen. Model yang dihipotesiskan maupun model tahap dua memiliki 3 (dua) struktur persamaan jalur. Adapun struktur persamaan yang pertama, kualitas produk berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Struktur persamaan yang kedua, kualitas produk dan kepuasan konsumen berpengaruh terhadap reputasi merek. Struktur persamaan yang ketiga, kepuasan konsumen dan reputasi merek berpengaruh terhadap loyalitas konsumen.
Hasil perhitungan koefisien dalam model yang dihipotesiskan menunjukan adanya jalur yang tidak signifikan, kualitas produk dan kepuasan konsumen berpengaruh langsung terhadap, reputasi merek. Pengaruh kepuasan konsumen lebih besar jika dibandingkan dengan kualitas produk terhadap reputasi merek. Namun dilihat dari koefisiennya, kepuasan konsumen tidak secara dominan berbeda dengan kualitas produk, oleh karena itu untuk meningkatan reputasi merek harus dilakukan dengan memperhatikan dan meningkatkan kualitas produk dan kepuasan konsumen.


Minggu, 28 Oktober 2012

METODE RISET BAB 3


BAB III
METODELOGI PENELITIAN

3.1  Populasi dan Sampel
Konsumen Teh Botol Sosro PT. Sosro merupakan populasi yang tidak terhitung (infinite), sehingga sulit diketahui ukuran populasinya. Berdasarkan hal itu, maka pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel teknik sampling tidak acak (nonprobability sampling) dengan cara purposive sampling (sampling dengan tujuan) yaitu dengan mengambil sampel secara tidak acak dari populasi konsumen Teh Botol Sosro PT. Sosro  yang ditemui saat mengkonsumsi produk tersebut di toko dan kios-kios di kawasan Universitas Gunadarma Depok. Ukuran sampel yang ditetapkan sebanyak 100 responden, hal ini berdasarkan pendapat Hair yang menyatakan ukuran sampel yang sesuai antara 100 hingga 200 (Hair et. al., 1998). Untuk melakukan uji instrumen digunakan 30 responden.

3.2  Pengumpulan Data
Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara dan observasi.
1)      Wawancara
Teknik wawancara digunakan untuk mengumpulkan data dengan melakukan pertanyaan langsung kepada para responden dan pihak yang berkompeten dalam penelitian. Wawancara dilakukan dengan metode angket yang berisi berbagai pertanyaan tentang variabel penelitian. Data dikumpulkan dengan cara membagikan angket kepada para calon responden khususnya konsumen Teh Botol Sosro pada tempat-tempat penjualan Teh Botol Sosro.
2)      Observasi
Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti dalam mengumpulkan informasi penelitian.

3.3  Instrumen Penelitian
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu yang berupa instrumen penelitian. Instrumen tersebut mencakup seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) reputasi merek, (2) kepuasan konsumen dan (3) loyalitas konsumen. Semua instrumen tersebut dikembangkan oleh Fred Selnes dan dimodifikasi untuk disesuaikan dengan penelitian ini oleh peneliti. Untuk itu instrumen yang telah dimodifikasi harus diuji kembali validitas dan reliabilitasnya. Skala yang digunakan dalam instrumen penelitian ini adalah skala Likert, yang merupakan skala interval (Sekaran, 2006).

4.4  Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Untuk pengujian hipotesis, penelitian ini menggunakan teknik analisis struktural equation model (SEM) yang diolah dengan bantuan program Lisrel. 

METODE RISET BAB 2


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori
2.1.1 Reputasi Merek
      Reputasi merupakan penghargaan yang didapat oleh perusahaan karena adanya keunggulan-keunggulan yang ada pada perusahaan tersebut, seperti kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga perusahaan akan terus dapat mengembangkan dirinya untuk terus dapat menciptakan hal-hal yang baru lagi bagi pemenuhan kebutuhan konsumenb. (Herbig dan Milewicz, 1993). Perusahaan dapat membangun berbagai macam reputasi, seperti reputasi kualitas, reputasi pemasaran, reputasi inovasi produk, dan lain sebagainya. Suatu reputasi perusahaan akan menurun manakala gagal dalam memenuhi apa yang diisyaratkan pasar. (Herbig, Milewicz dan Golden, 1994).
      Menurut American Marketing Association (Kotler, 2000 : 460), merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengindentifikasi barang atau jasa dari seorang atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Suatu merek pada gilirannya member tanda pada konsumen mengenai sumber produk tersebut. Di samping itu, merek melindungi, baik konsumen maupun produsen dari para competitor yang berusaha memberikan produk-produk yang tampak identik.
Pada intinya merek adalah penggunaan nama, logo, trade mark, serta slogam untuk membedakan perusahaan-perusahaan dan induvidu-induvidu satu sama lain dalam hal apa yang mereka tawarkan. Penggunaan konsistensi suatu merek, simbol atau logo membuat merek tersebut segera dapat dikenali oleh konsumen sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengannya tetap diingat.  Dengan demikian, suatu merek dapat mengandung tiga hal, yaitu sebagai berikut.
1)      Menjelaskan apa yang dijual perusahaan.
2)      Menjelaskan apa yang dijalankam oleh perusahaan.
3)      Menjelaskan profil perusahaan itu sendiri.
      Suatu merek memberikan serangkai janji yang di dalamnya menyangkut kepercayaan, konsistensi, dan harapan. Dengan demikian, merek sangat penting, baik bagi konsumen maupun produsen. Bagi konsumen, merek bermanfaat untuk mempermudah proses keputusan pembelian dan merupakan jaminan akan kualitas. Sebaliknya bagi produsen, merek dapat membantu upaya-upaya untuk membangun loyalitas dan hubungan berkelanjutan dengan konsumen.

2.1.2 Kepuasan Konsumen
      Kepuasan konsumen merupakan tanggapan atas pemenuhan pelanggan terhadap sebuah pengalaman konsumsi, tau sebagaian kecil dari pengalaman itu. Kepuasan pelanggan merupakan tanggapan yang menyenangkan dari pelanggan karena yang diharapkan terpenuhi, sedangkan ketidakpuasan merupakan tanggapan berupa kekecewaan karena yang diharpkan tidak terpenuhi. (Buttle, 2004; Kotler dan Keller, 2006; Arnould et al., 2005; Oliver, 1999)
Gaspers (dalam Nasution, 2005) mengatakan bahwa kepuasan konsumen sangat bergantung kepada presepsi dan harapan konsumen. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi presepsi dan harapan konsumen antara lain:
a)      Kebutuhan dan keinginan yang berkaitan dengan hal-hal yang dirasakan konsumen ketika sedang mencoba melakukan transaksi dengan produsen produk.
b)      Pengalaman masa lalu ketika mengkonsumsi produk dari perusahaan maupun pesaing-pesaingnya.
c)      Pengalaman teman-teman.
Engel, Roger dan Miniard (1994) mengatakan bahwa kepuasan adalah evaluasi paksa konsumen untuk memilih beberapa alternative dalam rangka memenuhi harapan.
Kotler, (2000) menyatakan ciri-ciri konsumen yang merasa puas sebagai berikut.
Ø  Loyal terhadap produk
Konsumen yang puas cenderung loyal dimana mereka akan membeli ulang dari produsen yang sama.
Ø  Adanya komunikasi dari mulut yang bersifat positif
Komunikasi dari mulut ke mulut (word of mouth communication) yang bersifat positif yaitu rekomendasi kepada calon konsumen lain dan mengatakan hal-hal yang baik mengenai produk dan perusahaan.
Ø  Perusahaan menjadi pertimbangan utama ketika membeli merek lain
Ketika konsumen ingin membeli produk lain, maka perusahaan yang telah memberikan kepuasan kepadanya akan menjadi pertimbangan yang utama.
Menurut Philip Kotler (1997:38) ada empat metode yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen yaitu :
Dalam bukunya Principle of Marketing 7e (Philip Kotler.2000) berpendapat bahwa pada perusahaan yang berpusat pada pelanggan, kepuasan konsumen/pelanggan merupakan sasaran dan factor utama dalam sukses perusahaan. Perusahaan ini dan perusahaan yang lain menyadari bahwa pelanggan yang merasa amat puas menghasilkan beberapa manfaat bagi perusahaan. Mereka membeli produk tambahan ketika perusahaan memperkenalkan produk yang berkaitan atau versi perbaikan. Dan pembicaraan mereka kepada rekanrekannya menguntungkan perusahaan dan produknya. Walaupun berusaha menyerahkan kepuasan pelanggan yang relatif tinggi ketimbang pesaing, perusahaan juga yang tidak selamanya berusaha memaksimalkan kepuasan pelanggan. Sebuah perusahaan mungkin selalu meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menurunkan harga atau meningkatkan pelayanan, tetapi keadaan itu mungkin menyebabkan turunnya laba.
      Lupiyoadi (2001), menyebutkan lima faktor utama yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kepuasan konsumen, antara lain:
a)      Kualitas produk
Konsumen akan puas bila hasil evaluasi mereka menunjukan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas. Produk dikatakan berkualitas bagi seseorang, jika produk itu dapat memenuhi kebutuhannya (Montgomery dalam Lupiyoadi, 2001). Kualitas produk ada dua yaitu eksternal dan internal. Salah satu kualitas produk dari faktor eksternal adalah citra merek.
b)      Kualitas pelayanan
Konsumen akan merasa puas bila mendapatkan pelayanan yang baik atau yang sesuai dengan harapan.
c)      Emosional
Konsumen merasa puas ketika orang memuji dia karena menggunakan merek yang mahal.
d)     Harga
Produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang relative murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi.
e)      Biaya
Konsumen yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapatkan suatu produk atau jasa cenderungpuas terhadap produk atau jasa tersebut.

2.1.3 Loyalitas Konsumen
      Penelitian tentang loyalitas konsumen pada umumnya berpusat pada loyalitas konsumen terhadap tangible products, dan sering disebut sebagai brand loyalty. loyalitas konsumen pada umumnya merupakan suatu sikap yang merujuk pada ukuran keterkaitan konsumen terhadap pemilihan dan penggunaan suatu produk. Ukuran keterkaitan ini memberikan gambaran tentang penggunaan produk dalam waktu yang lama dan untuk masa yang akan datang, serta ukuran ini mampu mencerminkan peluang yang sangat kecil mengenai kemungkinan seorang konsumen beralih kepada penggunaan produk pesaing, apabila produk pesaing tersebut didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga maupun atribut produk lainnya, (Oliver, 1999; Griffin, 2003; Pepper ddan Rogers, 2004).
Istilah loyalitas sering kali diperdengarkan oleh pakar pemasaran maupun praktisi bisnis, loyalitas merupakan konsep yang tampak mudah dibicarakan dalam konteks sehari-hari, tetap menjadi lebih sulit ketika dianalisis makananya. Dalam banyak definisi Ali Hasan (2008:81) menjelaskan loyalitas sebagai berikut:
  1. sebagai konsep generic, loyalitas merek menujukkan kecenderungan konsumen untuk membeli sebuah merek tertentu dengan tingkat konsistensi yang tinggi.
  2. Sebagai konsep perilaku, pembelian ulang kerap kali dihubungkan denga loyalitas merek (brand loyality). Perbedaannya, bila loyalitas merek mencemirkan komitmen psikologis terhadap merek tertentu, perilaku pembelian ulang menyangkut pembelian merek yang sama secara berulang kali.
  3. Pembelian ulang merupakan hasil dominasi (1) berhasil membuat produknya menjadi satu-satunya alternative yang tersedia, (2) yang terus – menerus melakukan promosi untuk memikat dan membujuk pelanggan membeli kembali merek yang sama.
Loyalitas pelanggan merupakan salah satu tujuan inti yang diupayakan dalam pemasaran modern. Hal ini dikarenakan dengan loyalitas diharapkan perusahaan akan mendapatkan keuntungan jangka panjang atas hubungan mutualisme yang terjalindalam kurun waktu tertentu. Boulding (dalam Ali Hasan, 2008:83) mengemukakan bahwa terjadinya loyalitas merek pada konsumen disebabkan oleh adanya pengaruh kepuasan dan ketidakpuasan terhadap merek tersebut yang terakumulasi secara terus – menerus disamping adanya persepsi tentang kualitas produk. Customer loyalty atau loyalitas konsumen menurut Amin Widjaja Tunggal (2008:6) adalah kelekatan pelanggan pada suatu merek, took, pabrikan, pemberi jasa, atau entitas lain berdasarkan sikap yang menguntungkan dan tanggapan yang baik, seperti pembelian ulang. Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada unsur perilaku dan sikap dalam loyalitas pelanggan.
Loyalitas adalah respon perilaku pembelian yang dapat terungkap secara terus menerus oleh pengambil keputusan dengan memperhatikansatu ataulebih mererk alternative dari sejumlah merek sejenis dan merupakan fungsi proses psikologis. Perlu ditekankan bahwa hal tersebut berbedad dengan perilaku membeli ulang, loyalitas pelanggan menyertakan aspek perasaan, tidak melibatkan aspek afektif didalamnya (Dharmesta, dalam Diah Dharmayanti, 2006:37-38). Olson (dalam Trisno Mushanto, 2004 128) berpendapat bahwa loyalitas pelanggan merupakan dorongan perilaku untuk melakukan pembelian secara berulang-ulang dan untuk membangun kesetiaan pelanggan terhadap suatu produk maupun jasa yang dihasilkan oleh badan usaha tersebut yang membutuhkan waktu yang lama melalui suatu proses pembelian yang terjadi secara berulang-ulang.
Menurut Kotler dan Amstronh (1997, p.554), bahwa loyalitas berasal dari pemenuhan harapan atau harapan konsumen, sedangkan ekspektasi sendiri berasal dari pengalaman pembelian terdahulu oleh konsumen, opini dari teman dan kerabat, dan janji atau informasi dari pemasar atau pesaing. Ada alasan untuk pengembangan hubungan jangka panjang dengan konsumen:
a.       Biaya perolehan pelanggan baru tinggi
b.      Pelanggan yang setia cenderung untuk berbelanja lebih banyak
c.       Pelanggan yang puas merekomendasikan produk-produk jasa perusahaan
d.      Pelanggan yang setia akan menekan pesaing dari pembagian pasar
Loyalitas bukan tentang presentase dari konsumen yang sebelumnya membeli, tetapi tentang pembelian ulang. Loyalitas adalah tentang presentase dari orang yang pernah membeli dalam kerangka waktu tertentu dan melakukan pembelian ulang sejak pembeliannya yang pertama.

2.2 Kerangka Konsep
      Loyalitas konsumen merupakan suatu sikap pasca pembelian. Hal ini tidak serta-merta timbul. Sebelum konsumen dapat loyal terhadap suatu produk, konsumen akan mengevaluasi terlebih dahulu bagaimana produk yang telah dikonsumsinya. Hal ini dilakukan oleh konsumen untuk melihat baik apakah kualitas produk yang telah dikonsumsinya. Kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1. berikut ini.



2.3 Hipotesis Penelitian
1.     Reputasi merek berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Teh Botol Sosro PT. SOSRO.
2.     Reputasi merek  berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen pelanggan Teh Botol Sosro PT. SOSRO.
3.     Reputasi merek berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen pelanggan Teh Botol Sosro PT. SOSRO.

Minggu, 21 Oktober 2012

METODE RISET BAB 1


TEMA PENULISAN:
“MENGANALISIS PENGARUH REPUTASI MEREK TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN TEH DALAM KEMASAN BOTOL TEH BOTOL SOSRO PT. SOSRO DI WILAYAH UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK”

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
            Di era yang modern saat ini, banyaknya masyarakat yang menginginkan semua kebutuhan dan keperluan tersedia dengan cepat dan praktis. Seperti halnya dalam mencari minuman pelepas dahaga yang diperlukan masyarakat dalam waktu yang cepat, selain air mineral teh sudah menjadi minuman utama yang dicari masyarakat untuk menghilangkan dahaga atau sebagai merilekskan badan. Akan tetapi dengan waktu yang sangat padat membuat masyarakat yang menggemari teh memiliki kesulitan untuk meracik teh dengan cepat, yang mengakibatkan para masyarakat mencari minuman alternatif yang cepat untuk menghilangkan dahaga. Maka dari itu PT. SOSRO membuat trobosan dengan membuat teh dalam kemasan botol yang praktis dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk membuat teh. Dari trobosan baru tersebut masyarakat sangat tertarik dan membuat meningkatnya antusias akan permintaan teh botol sosro.
            Loyalitas pelanggan terhadap merek produk merupakan konsep sangat penting khususnya pada kondisi pada kondisi tingkat persaingan yang sangat ketat dengan pertumbuhan yang rendah. Pada kondisi demikian loyalitas pada merek sangat dibutuhkan agar perusahaan dapat bertahan hidup. Di samping itu, ipaya mempertahankan loyalitas merek ini merupakan upaya strategis yang lebih efektif dibandingkan dengan upaya menarik pelanggan baru. Persoalan merek menjadi salah satu persoalan yang harus dipantau secara terus- menerus oleh seriap perusahaan. Merek-merek yang kuat, teruji, dan bernilai tinggi terbukti tidak hanya sukses mengalahkan hitung-hitungan rasional, tetapi juga canggih mengolah sisi-sisi emosional konsumen. Merek bias memiliki nilai tinggi karena ada brand building activity yang bukan sekedar berdasarkan komunikasi, tetapi merupakan segala macam usaha lain untuk memperkuat merek tersebut.
            Seiring perjalanan waktu banyaknya perusahaan minuman teh yang menawarkan produk yang sama dan membuat persaingan semakin ketat. Suatu kewajaran jika perusahaan yang berada pada masa hyper competition seperti saat ini menyiapkan berbagai kegiatan untuk mempertahankan diri agar tetap dapakt eksis dipasaran. Salah satu faktor yang menjadi perhatian PT. SOSRO dalam hal ini produk minuman teh botol sosro adalah loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan merupakan suatu faktor yang dapat memberikan berbagai keuntungan bagi pemasar. Apabila seorang konsumen telah berubah menjadi konsumen yang loyal karena kepuasannya terpenuhi makan konsumen tersebut tidak akan beralih ke produk perusahaan lain yang sejenis. Hal yang menjadi perhatian teh botol sosro dalam membangun serta mempertahankan loyaliats konsumennya adalah kualitas dari produk teh botol sosro, reputasi merek teh botol sosro dan kepuasan pelanggan teh botol sosro.
              Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepuasan dan loyalitas yang diberikan konsumen pada satu merek dagang. Perbedaan penelitian dengan penelitian yang direplkasi adalah penguji dibatasi hanya untuk produk Teh botol sosro PT. SOSRO.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
1)      Apakah reputasi merek berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Teh Botol Sosro PT. SOSRO?
2)      Apakah reputasi merek  berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen pelanggan Teh Botol Sosro PT. SOSRO?
3)      Apakah reputasi merek berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen pelanggan Teh Botol Sosro PT. SOSRO?

1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan, tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah sebagai berikut:
1)      Untuk mengetahui reputasi merek berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen Teh Botol Sosro PT. SOSRO.
2)      Untuk mengetahui reputasi merek  berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen pelanggan Teh Botol Sosro PT. SOSRO.
3)      Untuk mengetahui reputasi merek berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen pelanggan Teh Botol Sosro PT. SOSRO.